Minggu, 20 Oktober 2013

Organisasi Badan Usaha Ekonomi

Macam – macam Badan Usaha dan Koperasi

1. Badan Usaha / Perusahaan Perseorangan atau Individu
Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh perusahaan perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.
ciri dan sifat perusahaan perseorangan :
- relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
- tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
- tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
- seluruh keuntungan dinikmati sendiri
- sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
- keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
- jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
- sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan
2. Perusahaan / Badan Usaha Persekutuan / Partnership
Perusahaan persekutuan adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih yang secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis. Yang termasuk dalam badan usaha persekutuan adalah firma dan persekutuan komanditer alias cv. Untuk mendirikan badan usaha persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah yang terkait.
a. Firma
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.
ciri dan sifat firma :
- Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
- Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
- Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.
- keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
- seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
- pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
- mudah memperoleh kredit usaha
b. Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap
CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif.
ciri dan sifat cv :
- sulit untuk menarik modal yang telah disetor
- modal besar karena didirikan banyak pihak
- mudah mendapatkan kridit pinjaman
- ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
- relatif mudah untuk didirikan
- kelangsungan hidup perusahaan cv tidak menentu
3. Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat
Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.
ciri dan sifat pt :
- kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
- modal dan ukuran perusahaan besar
- kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik saham
- dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
- kepemilikan mudah berpindah tangan
- mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai
- keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
- kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
- sulit untuk membubarkan pt
- pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden
Koperasi
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan
  • Prinsip koperasi

Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela, pengelolaan yang demokratis, partisipasi anggota dalam [ekonomi]], kebebasan dan otonomi, serta pengembangan pendidikan, pelatihan, daninformasi
  • Keunggulan koperasi

Kemungkinan koperasi untuk memperoleh keunggulan komparatif dari perusahaan lain cukup besar mengingat koperasi mempunyai potensi kelebihan antara lain pada skala ekonomi, aktivitas yang nyata, faktor-faktor precuniary, dan lain-lain.
  •             Kewirausahaan koperasi

Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif, dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi, dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama.Dari definisi tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa kewirausahaan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif
Tugas utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari, menemukan, dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama.Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota, manajer birokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis, yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi
  •               Pengurus

Pengurus koperasi dipilih dari kalangan dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota. Ada kalanya rapat anggota tersebut tidak berhasil memilih seluruh anggota Pengurus dari kalangan anggota sendiri. Hal demikian umpamanya terjadi jika calon-calon yang berasal dari kalangan-kalangan anggota sendiri tidak memiliki kesanggupan yang diperlukan untuk memimpin koperasi yang bersangkutan, sedangkan ternyata bahwa yang dapat memenuhi syarat-syarat ialah mereka yang bukan anggota atau belum anggota koperasi (mungkin sudah turut dilayani oleh koperasi akan tetapi resminya belum meminta menjadi anggota).
  •         Koperasi di Indonesia

Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992.
Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha)
  •           Sejarah koperasi di Indonesia

Logo Gerakan Koperasi Indonesia
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistemkapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman.Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda.De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padipada musim paceklik.Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyak Indonesia (BRI).Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.
Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi.Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya.
Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia.Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus.Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.
  •           Fungsi dan peran koperasi Indonesia
Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.
Koperasi berlandaskan hukum

Koperasi berbentuk Badan Hukum menurut Undang-Undang No.12 tahun 1967 adalah [Organisasi]] ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama, berdasarkan asas kekeluargaan.Kinerja koperasi khusus mengenai perhimpunan, koperasi harus bekerja berdasarkan ketentuan undang-undang umum mengenai organisasi usaha (perseorangan, persekutuan, dsb.) serta hukum dagang dan hukum pajak.

Perbedaan  koperasi dan badan usaha lainnya

Dimensi
Perorangan
Firma
PT
Koperasi
Pengguna
Jasa
bukan pemilik
Umumnya
bukan pemilik
umumnya
bukan pemilik
Umum / Anggota
Pemilik Usaha
Individu
sekutu usaha
pemegang
saham
anggota
Yang punya
hak suara
tidak perlu
para sekutu
pemegang
saham
anggota
Pelaksanaan
Voting
tidak perlu
biasanya menurut
besarnya modal
Penyertaan
menurut besarnya
saham yang dimiliki
melalui RUPS
satu anggota satu suara dan
Tidak boleh diwakilkan
Penentuan
Kebijaksanaan
orang yang
bersangkutan
para sekutu
direksi
pengurus
Balas Jasa
Terhadap modal
tidak terbatas
tidak terbatas
tidak terbatas
terbatas
Penerima
Keuntungan
orang ybs
para sekutu
secara proporsional
pemegang saham
secara proporsional
anggota sesuai
jasa/ partisipasi


Melihat perubahan disekeliling. Membaca adanya peluang pasar perekonomian


Membaca peluang pasar merupakan hal yang esensial yang wajib hukumnya bagi seorang entrepreneur. Membaca peluang pasar tidak hanya dilakukan untuk bagi seorang entrepreneur yang ingin memulai usahanya, namun membaca peluang pasar menurut pandangan saya sendiri adalah sebagai pondasi saat kita bergelut di dunia bisnis. Karena kelihaian kita dalam membaca peluang pasar tidak hanya dilakukan untuk memulai suatu usaha, namun keahlian dalam membaca peluang usaha ini juga harus dimiliki kita kita ingin mengembangkan usaha kita (dalam hal ini barang/jasa yang kita tawarkan kepada konsumen) , melakukan segmentasi pasar, maupun pada saat melakukan perluasan usaha (pembukaan cabang).
Namun seringkali, kemampuan membaca peluang pasar ini seringkali tidak pas sasaran, sehingga apa yang telah menjadi ekspektasi pada saat kita memulai usaha seringkali tidak tercapai. Oleh karena itu saya tertarik untuk membahas hal ini yang kemudian akan saya kembangkan ke dalam sebuah artikel yang merupakan hasil dari pemikiran saya, berikut adalah penjabarannya.

Melihat
Membaca peluang pasar saya analogikan seperti seorang anak kecil yang mulai untuk mempelajari hal yang baru. Sebelum ia bisa untuk belajar membaca, hal yang pertama kali ia lakukan adalah melihat. Dalam konteks membaca peluang pasar, maksud dari melihat disini adalah kita melihat apa yang menjadi masalah dari fenomena-fenomena yang ada di sekitar kita dan siapa yang mengalami masalah tersebut, yang  kemudian kita cari celah agar kita dapat menembus peluang di dalam celah-celah kecil tersebut. 
Kejelian dalam hal melihat masalah dan membaca peluang disini sangatlah diperlukan, karena semakin kita jeli melihat peluang dan semakin tipis marjinal (selisih) dari besarnya masalah yang terjadi dengan kemampuan kita untuk menutup / mengatasi masalah tersebut akan menentukan kesuksesan dalam membaca peluang pasar.

Mendengar
Setelah kita melihat masalah yang terjadi dari kejauhan, kita perlu memastikan kembali dengan cara membandingkan antara masalah yang kita lihat dari kejauhan berupa abstraksi-abstraksi singkat tentang poin masalah yang terjadi di masyarakat (konsumen) dengan kejadian yang sebenarnya terjadi di masyarakat.sebenarnya. Apakah yang telah kita poinkan sebelumnya sudah tepat atau bahkan meleset.
Mendengar dalam hal ini maksudnya adalah bagaimana kita mengetahui secara langsung tentang kebenaran masalah yang terjadi di pasar. Mendengar disini juga memiliki tujuan agar kita mengenal lebih dekat dengan konsumen, sehingga masalah yang didapatkan lebih tepat sasaran.

Membaca
Setelah kita melihat dan mendengar mengenai masalah yang terjadi, kemudian semuanya kita baca perlahan tentang apa yang telah kita lihat dan dengar. Penting untuk diingat, kita membaca bukan untuk menghafal, tetapi untuk memahami. Demikian juga yang terjadi pada tahap membaca berikut ini, usaha kita tidak akan pernah sukses apabila kita terpatok pada teori. Sebaliknya apabila kita memahami apa yang telah kita lihat dan dengar, hasilnya akan lebih baik daripada kita menghafal.
Selain itu juga dalam tahap membaca ini, perlu diingat bahwa jangan ada satupun poin yang terlewatkan untuk dibaca, dipahami, dan dianalisis. Karena seberapa kecilpun poin yang telah dihasilkan, akan memiliki peranan yang cukup dapat diperhitungkan dalam kesimpulan akhir yang dibuat.

Menulis
Menulis adalah tahap terakhir dari keempat hal yang dilakukan oleh seorang anak kecil kita ia akan mempelajari hal baru. Setelah kita melihat, mendengar, dan membaca , kita perlu untuk menuangkan semua analisis yang telah diambil dalam tahap membaca. Semua poin harus tertuang baik-baik di dalam sebuah tulisan  yang kemudian akan menjadi tolak-ukur atau pegangan yang akan menuntun kita saat kita benar-benar terjun dalam mengaplikasikan semua itu.
Dalam hal menulis selain kita merangkum apa yang telah kita lakukan, ada baiknya juga apabila kita menambahkan atau mencampurkan analisis yang sudah ada. Contoh : Analisis SWOT

Contoh Membaca Peluang yang ada di sekitar kita :
  • Dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan sekeliling rumah, kita pasti membutuhkan bahan pangan seperti beras, mie instan, gula, kopi, susu, sayur-sayuran, buah-buahan dsb. Apabila dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa menemukan bahan-bahan pokok tersebut bisa jadi kita akan kekurangan gizi sering disebut juga(gizi buruk), biasanya hal tersebut menimpah pada masyarakat yang jauh dari pasar atau pusat kota, dan menimbulkan kekurangan gizi, dengan melihat banyak sekali kebutuhan dan permintaan  masyarakat dalam hal bahan pokok pangan dibuatlah sebuah MINI MART yang berlokasi dekat dengan padat penduduk, peluang ini sangat besar karena sebuah MINI MART itu pasti selalu akan mendatangkan konsumen baik kalangan atas maupun menengah dengan lengkap bahan-bahan pokok yang mereka cari. Jadi apabila para warga yang membutuhkan bahan-bahan tersebut mereka akan langsung datang dengan jarak yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, dan sekarang fasilitas tersebut bisa diantar kerumah masing-masing dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Biasanya MINI MART juga mendatangkan peluangnya tersebut dengan menyebar keseluruh pusat dalam dan luar kota dengan jarak yang telah ditentukan.Dalam hal ini kita dapat melihat peluang pasar yang sangat besar sehingga kita bisa memanfaatkan peluang tersebut seperti dalam pendapat banyak orang “peluang adalah emas”. Jadi manfaatkanlah peluang pasar dengan sebaik-baiknya.

  • Dalam lingkungan sekitar perusahaan, dapat menimbulkan perubahan dalam suatu Rumah Tangga Produksi atau munculnya peluang pasar sesuai dengan keadaan sekitar tempat tersebut. Di lingkungan perusahaan, walaupun terkadang perusahaan sudah menyediakan makanan untuk para karyawannya, tidak dapat dipungkiri juga karyawan terkadang bosan dan ingin suatu suasana makanan di luar perusahaan. Maka peluang pasar yang terlihat yaitu Rumah Makan, tetapi dengan banyaknya Rumah Makan yang bertebaran, kita perlu untuk membuka Rumah Makan yang mempunyai suatu ciri khas untuk menarik para pelanggan. Misalnya dari jenis makanan, namanya, tempat dan yang terpenting kualitas yang tinggi sesuai dengan harga yang ditentukan dan lingkungan yang ada. Bukan hanya Rumah Makan saja yang bisa menjadi peluang pasar di lingkungan tersebut, tetapi membuka counter pulsa, tempat Foto Copy maupun Toko Kelontong. Sebenarnya tidak hanya dalam lingkungan perusahaan saja, tetapi di setiap jalan keramaian, usaha tersebut bisa menjadi usaha yang menjanjikan.
  • Dan untuk daerah sekitar kampus, banyak sekali peluang pasar yang menarik dan pasti akan menguntungkan walaupun dipastikan akan banyak pesaing-pesaing yang akan bermunculan. Peluang pasar tersebut diantaranya yaitu tempat foto copy, rumah makan, jasa laundry, penyewaan kost-an atau kontrakan, warnet dan toko kelontong. Usaha-usaha tersebut yang berada di daerah kampus, akan selalu menjadi ladang yang bagus karena memang menjadi kebutuhan keseharian dari para mahasiswa. Dengan harga standar yang sesuai dengan keadaan saku dari mahasiswa. Saya akan menjelaskan salah satu contoh usaha tersebut dan aspek yang membuat usaha itu menjadi usaha yang menjanjikan.

Ø Penyewaan kost-an atau kontrakan                                                                             
Mahasiswa yang biasanya tidak mengambil pusing untuk datang ke kampus, banyak yang memilih untuk menge-kost di sekitar daerah kampus mereka. Dapat menjadi suatu peluang pasar yang menjanjikan, dapat dilihat dari :
·         Aspek ekonomi
Biasanya pilihan untuk menge-kost bagi mereka yang mempunyai tempat tinggal yang jauh, entah itu di luar daerah atau kota, ataupun masih dalam kota tetapi untuk akses transportasinya yang sulit. Daripada mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk setiap kalinya pergi ke kampus dari tempat tinggal, mahasiswa lebih memilih untuk menge-kost dengan biaya yang lebih terjangkau lagi dengan akses tempat kost yang dekat dengan kampus. Bukan hanya kost-an, tetapi kontrakan juga bisa lebih terjangkau ditambah apabila kita menyewanya secara rombongan.
·          Aspek sosial
Banyak mahasiswa yang memilih untuk menge-kost, tidak sekedar untuk mengurangi biaya ekonomi yang dikeluarkan, tetapi menge-kost bisa menjadi suatu tempat untuk mahasiswa saling mengenal dengan mahasiswa lainnya yang berada dalam lingkungan tempat kost tersebut. Hal tersebut bisa membuat terjalinnya pertemanan yang lebih luas dan keakraban, dimana kita bisa saling berbagi informasi dan tukar pikiran satu dengan yang lain, dan tidak hanya dari satu kampus yang sama, tetapi tidak menutup kemungkinan kita dapat mengenal dan berteman dengan mahasiswa yang berlainnya kampus dengan kita. Selain itu, membuat penyewaan kost untuk pria dan wanita atau dipisahkan agar menjadi lebih nyaman dalam setiap aktifitas mereka.
·         Perubahan alam atau cuaca atau iklim
Dengan keadaan cuaca yang tidak menentu, bisa membuat para mahasiswa yang bertempat tinggal jauh menjadi kesulitan untuk pergi atau pulang dari kampus apabila tiba-tiba terjadinya hujan lebat. Mungkin bagi sebagian orang, itu adalah hal biasa yang tidak perlu dikhawatirkan, tetapi ada juga mereka yang menjadi malas untuk ke kampus karena hujan dan tempat tinggal jauh, dan mereka yang mau pulang dengan keadaan yang sedang hujan membuat semuanya menjadi sulit ditambah apabila transportasi yang dipakai tidak memiliki armada yang banyak. Dari sebab berikut, bisa membuat para mahasiswa yang bertempat tinggal jauh, berpikir untuk lebih baik menyewa suatu tempat kost.

Rumah Tangga Produksi yang mengalami perubahan karena lingkungan sekitar, menimbulkan atau memunculkan peluang pasar. Biasanya usaha-usaha yang dibentuk tersebut, sebelumnya sudah banyak bermunculan. Maka dari hal itulah, jiwa seorang wirausaha dituntut untuk menciptakan dan mengembangkan suatu kreatifitas dan inovasi yang bisa memikat atau membedakan dengan usaha yang sama dengan kita. Dari harga, kualitas, pelayanan yang diberikan dan cara pemasarannya merupakan kunci dari berhasil atau tidaknya suatu usaha tersebut dan bisa menjadi suatu ciri khas dari usaha yang kita buat.

Sabtu, 29 Juni 2013

contoh artikel yang mengandung Relative Pronoun

IS IT DEMOCRACY Napoleon Bonaparte said; “The crown of France was rolling inside the gutter, I simply picked up it, and put on my head”

                IS IT DEMOCRACY
Napoleon  Bonaparte said; “The crown of France was rolling inside the gutter, I simply picked up it, and put on my head”. The religion and caste division amongst Hindu were being exploited by the invaders. British’s sponsored the  policy of  divide and rule while  politicians adopted a policy of the divide and spoil for their narrow gains  in spite of the fact that it may be a threat to the nations unity and integrity of our country.  Now nobody is looking forward to the vast problems of poverty, ignorance and disease.  The divisive it forces of caste & religion imbalances through  strong and resurgent  India.
Battle of Panipat and battle of Plassy were not fought due to such divisive forces on the caste line but they were  conquered by making ourselves slave to our destiny by different dynasty. Excellence and social equality with greater attention to socially disadvantaged minority group  was essentially required to be given pre- dominance to check up global economic scenario annual.  There is no leadership of extraordinary commitment and alertness as in accordance with the changing emergence of technological and intellectual impact on our society, but there is role entrepreneurs invigourous wealth creation through a radical change inn our character .  [1] Let us be confined to a classless society in which there may not  be any appeasement or reservation except the excellence in respect of our performance.  Unfortunately the traitors inside the country has provided still worsted shadow of darkness by an eclipsed sun.  The people of whole country was  suffering from a poignant pain of agony. The universality of which carries  in it a great dignity of consolation we have promulgated  the undesirable elements in our population coupled with corruption, cruelty, callousness and a complete disregard of public welfare, which  is flourishable poison in the air. With confounded speculation  of India’s starvation; a terrorist decade of oligarchy and anarchy having appeasement party politics as antithesis to creativity and potential, which has provided an obstacle to our inherited great stilled splendour intelligence with our super entrepreneurial spirit of cultural heritage to naught with intellectual apathy, I have risen to the occasion with profound bleeding at my heart to fight against compulsive gamble bent upon ascending our invaluable legacy providing to be caricature to our noble democracy. We the India’s having 15%of world population and 54% of illiterate citizens of the world are having only 1.5% of world income going down word trend in the list of exporting country from 16th place to 45 place with less them ½ of world to list traffic after 60 years of independence. Despite best ecological conditions and environment and natural resources we are amongst the 10th corrupt nations of the world. Scam of corruption, like Fodder Scam in Bihar, Harshad Mehta Scam, Cobbler Scam of Maharastra, Ayurvedic Scam in U.P., letter of credit Scam in Assam with 700 cases of corruption pending with C.B.I. is our identity. At least 40,000 criminal cases of kidnapping, murder, rape, gangsterism and Mafia Rule spreading the fear psychosis without having the printed proforma of F.I.R. and charge-sheet are the glorious instances in one State of Bihar, which is spreading the fire of greed and fears psychosis upon its people. About 240 public sectors enterprises by Union Govt. And 700 public sectors by the State Govt, are providing black hole in National Economy. The money guzzlers are extracting an exorbitant prices for Indian doctrinal socialism. The State of mobocracy in the strife of moral decay with facet of indiscipline, corruption and castism divisiveness with communal hatred, linguistic fanaticism, regional fancy and caste loyalty have provoked the conscience of patriotism. About 120 millions cases pending in the different courts without any probable disposal, within a considerable time period may further provide the loss of country’s valuable potential. 25 north country global phenomenon are having only ¼ of world’s population having 70/ of wealth, 80/ of trade, 90/ of industries and 99/ of finest and most advanced research centre are having their vast potential. They started giving  benefit of donation received through begging, but our country’s politicians have set up to regeneration of corruption through these donations. Thus keeping away from realities in allowing to perpetuate the corruption by dishonest opportunity and with calibre are ruling over the nation. State Govt. was spending Rs. 1,11,96,000/- during Miss. Mayawati chief minister regime on the security of V.I.P. [2] every month against whom the allegation of misappropriation of Rs. 5000 crores were levelled in one public interest Litigation which were published in News Paper. This is all just to provide and boost the political career by our politician.
The collusion Govt. of India and Govt. of U.P. having ideologically antagonistic with its alliance is a heterogeneous conglomeration of disparage and disparage interest designed mainly to hedge the power against interest of common citizen. Our thrust with destiny  as boosted by our leaders at the time of independence has now been scattered into pieces, sheltered into the extinction of hopes and abrogated and subjugated with the misfortunate scenario of our prophesier democratic set up of the Country. The doctrinaire ethics of democratic values and conceptual phenomenon of so called socialism and secularism being antithesis to social justice and religious sentiment has further deteriorated the very foundation of our country solidarity amongst the citizens. We have formulated utopian empire which is having no existence. This is on account of our character assassination which is resultant into a wild fire meant for destroying the very fabric of our integrity and existence. Can we claim to enjoy our independence.
Can we protect our nation from such anarchic situation. The answer convey the only recourse to be adopted i.e. the enforceable fundamental duties and strict discipline required to be implemented. Whether the army personnel deployed for protecting the Nation may not be assigned to fulfil the uphill task of providing a check to internal insurgency. [3] Can still we enforce the necessity of maintenance of the strict discipline required to maintain by the Army personnel and not be our leaders, who have taken over the command like a diplomatic monarch in our country. Let us examine some of the drastic problem which has become the root cause of erosion of the traditional values of our culture.
Political parties are gripped to below with the wind and bend with the glass. The collusion Govt. emerged at the state level
[4] The reforms, which Napoleon introduced, were long lasting.

keterangan : 
1. kata relative pronouns yang digunakan WHICH digunakan untuk menjelaskan objek kembali yaitu : a classless society 

2. kata relative pronouns yang digunakan WHOM digunakan untuk menjelaskan objek kembali yaitu : our politician

3. kata relative pronouns yang digunakan WHO digunakan untuk menjelaskan subjek kembali yaitu : the Army personnel

4.  kata relative pronouns yang digunakan WHICH digunakan untuk menjelaskan objek kembali yaitu : the reforms

sumber artikel : http://advocateyogeshsaxena.blogspot.com/2012/05/is-it-democracy-napoleon-bonaparte-said.html


Selasa, 25 Juni 2013

contoh kalimat relative pronouns

Who
-     -   Lila is a teacher. She has long black hair. (Lila adalah seorang guru. Dia berambut panjang berwarna hitam.)
Lila who has long black hair is a teacher (Lila yang berambut panjang berwarna hitam adalah seorang guru)
-     -  The boy is my cousin. He won the contest. (Anak laki-laki itu sepupu saya. Dia memenangkan kontes)
The boy who won the contest is my cousin (Anak laki-laki yang memenangkan kontes adalah sepupu saya)
Whom
-       - The man is sleeping in the bedroom. I hate him. (Laki-laki itu sedang tidur dikamar. Saya benci dia)
The man whom I hate is sleeping in the bedroom.(Laki-laki yang saya benci itu sedang tidur di kamar.)
-       - The person is my old friend. I met the person yesterday. (Seseorang itu adalah teman lama saya. Saya bertemu dengan orang tersebut kemarin.)
The person whom I met yesterday is my old friend (Orang yang saya temui kemarin adalah teman lama saya)
Which
-       - The house is big. It is my house. (Rumah itu besar. Rumah itu adalah rumahku.)
The house which is big is my house. (Rumah yang besar itu adalah rumahku.)
-       - The movie was very good. We saw it last night. (Film itu sangat bagus. Kita lihat tadi malam)
The movie which we saw last night was very good. (Film yang kita lihat tadi malam sangat bagus)
That
-       - The person who phoned me last night is my teacher.
The person that phoned me last night is my teacher.
-       - The car which hit me was yellow.
The car that hit me was yellow.
Whose
-       - The girl is sleeping. Her mother is my sister. (Anak perempuan itu mengantuk. Ibunya adalah saudara perempuanku)
The girl whose mother is my sister is sleepy.(Anak perempuan yang ibunya adalah saudara perempuanku sedang tidur.)
-       - I know the man. His bicycle was stolen. (Saya kenal orang itu. Sepedanya dicuri)
I know the man whose bicycle was stolen. (Saya kenal dengan pria yang sepedanya dicuri.)

Senin, 20 Mei 2013

puisi _ Kekosongan Hati

Kekosongan Hati

Saat butir air mata jatuh
Menenggelamkan sejuta rasa rindu yang kurasa

Hening... Sepi... Hampa... Tanpa dirimu kasih
Tawamu yang selalu lukiskan hariku
Dan Senyummu yang biasa hanyutkan hatiku
Kini entah dimana

Andai kau ada bersamaku kasih
Betapa indah setiap detikku
Indah disaat kau temani hati ini
Tak ada keraguan saat itu

Tak mampu kuucap lagi rindu yang menggelora di dada
Karena aku bagai perahu tanpa sampan
Tak tau arah tujuan tanpamu

direct and Indirect


Dialogue Direct and Indirect

Faizy : hello.

Bilqis : hello. Can I speak with Faizy?

Faizy : This is Faizy. Who said that?

Bilqis : The Bilqis. I just want to tell you that I can not go into the field with you next week. (kalimat Direct)

Faizy : wait, tell me what’s wrong?

Bilqis : well, my sister was hospitalized for dengue fever. So I had to stay in Bogor for a week.

Faizy : oh, I’m sorry to hear that. I hope you get well soon. Hey, I know. I can change my ticket to Bogor, we can go together, right?

Bilqis : yeah, Faizy was a good idea. I almost forgot, yesterday I met Syifa. Her said that, “her had seen you at the mall the day before” (kalimat Indirect)
is it true that you go to the mall yesterday Bilqis?

Bilqis : yes very true, but I do not see Syifa!

Faizy : syifa see you from a long distance, he called you but you did not hear it.

Bilqis : it is the condition when it is very noisy.

Faizy : ok, never mind. See you bil

Bilqis : see you.