Senin, 19 Oktober 2015

Definisi Etika dan Bisnis sebagai sebuah profesi

Definisi Etika dan Bisnis sebagai sebuah profesi
A.      Hakekat mata kuliah etika bisnis

Menurut Drs. O.P. Simorangkir bahwa hakikat etika bisnis adalah menganalisis atas asumsi-asumsi bisnis, baik asumsi moral maupun pandangan dari sudut moral. Karena bisnis beroperasi dalam rangka suatu sistem ekonomi, maka sebagian dari tugas etika bisnis hakikatnya mengemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang sistem ekonomi yang umum dan khusus, dan pada gilirannya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tentang tepat atau tidaknya pemakaian bahasa moral untuk menilai sistem-sistem ekonomi, struktur bisnis.
Pada hakekatnya, materi ini menjelaskan bahwa betapa pentingnya memperhatikan etika dalam berbisnis. Tata cara dalam berbisnis, baik tanggung jawab maupun larangannya harus dapat diterapkan dengan baik. Jangan sampai sebuah bisnis dijalankan tanpa adanya moral maupun etika karena hal ini sangat mempengaruhi perkembangan sebuah bisnis. Mahasiswa sebagai penerus sangat diharapkan agar dapat menerapkan perilaku ini. Etika berbisnis harus dipahami dan dilakukan oleh para profesional

B.      Definisi etika dan bisnis
Etika adalah sebuah, sesuatu, di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia.  Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
Sedangkan bisnis  suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Namun definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1.       Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
2.       Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3.       Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

C.      Etiket moral, hukum dan agama

Etiket berarti sopan santun. Etiket mengatur perilkau manusia secara normative, artinya memberi norma bagi perilku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Diantara beberapa cara yang mungkin, etiket menunjukkan cara yang tepat, artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam suatu kalangan tertentu.
1.       Persamaan Etika dan Etiket
Etika sendiri berarti moral sedangkan etiket berarti sopan santun. Pengertian etika berbeda dengan etiket. Etiket berasal dari bahasa prancis etiquette yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. Sementara itu, etika berasal dari bahasa latin, yang berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama. Meskipun berbeda, etika dan etiket memiliki beberapa persamaan yakni:
·         keduanya menyangkut objek yang sama yakni perilaku manusia
·         etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normatif, artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan atau yang tidak boleh dilakukan
2.       Perbedaan Etika dan Etiket
·         etiket menyangkut cara sesuatu melakukan perbuatan harus dilakukan manusia.
·         etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan, etika menyangkut pilihan yaitu apakah perbuatan boleh dilakukan atau tidak.
·         etiket hanya berlaku pada pergaulan dalam suatu kelompok tertentu.
·         etika selalu berlaku dimana saja dan kapan saja.
·         etiket bersifat relatif, artinya yang dianggap tidak sopan di suatu kebudayaan bisa saja dianggap sopan di kebudayaan lain.
·         etika bersifat absolut.
·         etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah.
·         etika menyangkut manusia dari segi rohaniahnya.
3.       Perbedaan Etika dan Hukum
·         hukum pada dasarnya tidak hanya mencakup ketentuan yang dirumuskan secara tertulis, tapi juga nilai-nilai konvensi yang telah menjadi norma di masyarakat.
·         etika mencakup lebih banyak ketentuan-ketentuan yang tidak tertulis
·         pada umumnya masyarakat berpendapat bahwa perilaku yang patuh hukum adalah merupakan perilaku yang etis.
·         norma hukum cepat ketinggalan jaman, sehingga dapat menyebabkan celah hukum.
4.       Perbedaan Moral dan Hukum
Sebenarnya keduanya memiliki hubungan yang cukup erat. Moralitas adalah keyakinan dan sikap batin, bukan hanya sekedar penyesuaian atau asal taat terhadap peraturan.
Perbedaan antara moral dan hukum antara lain:
·         hukum bersifat objektif karena hukum dituliskan dan disusun dalam kitab undang-undang. maka hukum lebih memiliki kepastian yang lebih besar.
·         moral bersifat subjektif dan akibatnya seringkali diganggu oleh pertanyaan atau diskusi yang menginginkan kejelasan tentang etis atau tidaknya.
·         hukum hanya membatasi ruang lingkupnya pada tingkah laku lahiriah faktual.
·         moralitas menyangkut perilaku batin seseorang.
·         pelanggaran terhadap hukum mengakibatkan si pelaku dikenakan sanksi yang jelas dan tegas.
·         pelanggaran moral biasanya mengakibatkan hati nuraninya akan merasa tidak tenang.
·         sanksi hukum pada dasarnya didasarkan pada kehendak masyarakat.
·         sedangkan moralitas tidak akan dapat diubah oleh masyarakat.
5.       Etika dan Agama
 Etika mendukung keberadaan agama, dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran untuk memecahkan masalah, perbedaan antara etika dan ajaran agama yakni etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional, sedangkan agama menuntut seseorang untuk mendasarkan diri pada wahyu Tuhan dan ajaran agama.
6.       Etika dan Moral
Etika lebih berkaitan dengan kepatuhan, sementara moral lebih berkaitan dengan tindak kejahatan


D.      Klasifikasi Etika
Menurut buku yang berjudul “Hukum dan Etika Bisnis” karangan Dr. H. Budi Untung, S.H., M.M, etika dapat diklasifikasikan menjadi :
1.       Etika Deskriptif
Etika deskriptif yaitu etika di mana objek yang dinilai adalah sikap dan perilaku manusia dalam mengejar tujuan hidupnya sebagaimana adanya. Nilai dan pola perilaku manusia sebagaimana adanya ini tercemin pada situasi dan kondisi yang telah membudaya di masyarakat secara turun-temurun.
2.       Etika Normatif
Etika normatif yaitu sikap dan perilaku manusia atau massyarakat sesuai dengan norma dan moralitas yang ideal. Etika ini secara umum dinilai memenuhi tuntutan dan perkembangan dinamika serta kondisi masyarakat. Adanya tuntutan yang menjadi avuan bagi masyarakat umum atau semua pihak dalam menjalankan kehidupannya.
3.       Etika Deontologi
Etika deontologi yaitu etika yang dilaksanakan dengan dorongan oleh kewajiban untuk berbuat baik terhadap orang atau pihak lain dari pelaku kehidupan. Bukan hanya dilihat dari akibat dan tujuan yang ditimbulakan oleh sesuatu kegiatan atau aktivitas, tetapi dari sesuatu aktivitas yang dilaksanakan karena ingin berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau pihak lain.
4.       Etika Teleologi
Etika Teleologi adalah etika yang diukur dari apa tujuan yang dicapai oleh para pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika bertujuan baik. Artinya sesuatu yang dicapai adalah sesuatu yang baik dan mempunyai akibat yang baik. Baik ditinjau dari kepentingan pihak yang terkait, maupun dilihat dari kepentingan semua pihak. Dalam etika ini dikelompollan menjadi dua macam yaitu :
·         Egoisme
Egoisme yaitu etika yang baik menurut pelaku saja, sedangkan bagi yang lain mungkin tidak baik.
·         Utilitarianisme
Utilitarianisme adalah etika yang baik bagi semua pihak, artinya semua pihak baik yang terkait langsung maupun tidak langsung akan menerima pengaruh yang baik.
5.       Etika Relatifisme
Etika relatifisme adalah etika yang dipergunakan di mana mengandung perbedaan kepentingan antara kelompok pasrial dan kelompok universal atau global. Etika ini hanya berlaku bagi kelompok passrial, misalnya etika yang sesuai dengan adat istiadat lokal, regional dan konvensi, sifat dan lain-lain. Dengan demikian tidak berlaku bagi semua pihak atau masyarakat yang bersifat global.

E.       Konsepsi Etika
Konsep etika bisnis tercermin pada corporate culture (budaya perusahaan). Menurut Kotler (1997) budaya perusahaan merupakan karakter suatu perusahaan yang mencakup pengalaman, cerita, kepercayaan dan norma bersama yang dianut oleh jajaran perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari cara karyawannya berpakaian, berbicara, melayani tamu dan pengaturan kantor.
Dasar pemikiran:
Suatu perusahaan akan memiliki hak hidup apabila perusahaan tersebut memiliki pasar, dan dikelola oleh orang-orang yang ahli dan menyenangi pekerjaannya. Agar perusahaan tersebut mampu melangsungkan hidupnya, ia dihadapkan pada masalah:
1.       intern,misalnya masalah perburuhan
2.       Ekstern,misalnya konsumen dan persaingan
3.       Lingkungan, misalnya gangguan keamanan

Pada dasarnya ada 3 hal yang dapat membantu perusahaan mengatasi masalah di atas yaitu:
1.       Perusahaan tersebut harus dapat menemukan sesuatu yang baru.
2.       Mampu menemukan yang terbaik dan berbeda
3.       Tidak lebih jelek dari yang lain


Sumber :
Buku “ HUKUM DAN ETIKA BISNIS” karangan Dr. H. Budi Untung, S.H., M.M tahun 2012



Minggu, 07 Juni 2015

masalah sosial saat ini (kenakalan remaja)

PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang Masalah
Masalah sosial adalah sebuah kondisi yang tidak diharapkan dan dianggap dapat merugikan kehidupan sosial serta bertentangan dengan standar sosial yang telah disepakati. Keberadaan masalah sosial ditengah kehidupan masyarakat dapat diketahui secara cermat melalui beberapa proses dan tahapan analitis, yang salah satunya berupa tahapan diagnosis. Dalam mendiagnosis masalah sosial diperlukan sebuah pendekatan sebagai perangkat untuk membaca aspek masalah secara konseptual.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikatagorikan menjadi 4 faktor, diantaranya : faktor ekonomi, faktor budaya, faktor biologis dan faktor psikologis. Saat ini banyak masalah-masalah sosial yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan kita semua. Masalah sosial seharusnya harus diselesaikan bersama dan bukan hanya sebagian atau beberapa orang, melihat Indonesia adalah Negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomer 4 di dunia yakni pasti penduduk Indonesia sangat banyak. Semakin banyak individu akan semakin banyak pula persoalan yang dihadapi masing-masing individu.
Berdasarkan atas judul penelitian ini didalam pengantar dan latar belakang masalah, peneliti mencoba mengulas tentang masalah social yang terjadi saat ini khususnya mengenai kenakalan remaja yang semakin hari semakin meresahkan warga sekitar. Masalah social mengenai kenakalan remaja ini dipilih oleh peneliti karena berbagai alasan. Salah satunya dikarenakan masalah ini dirasa akan terus berkembang, sulit dihilangkan dan dapat membawa dampak besar bagi masyarakat bahkan nusa bangsa.
Remaja merupakan pemimpin masa depan suatu bangsa. Di samping hal-hal yang menggembirakan dengan kegiatan remaja-remaja akhir-akhir ini seperti semakin aktif mengikuti organisasi antar pelajar dan peningkatan prestasi, kita melihat pula arus kemorosotan moral yang semakin melanda di kalangan sebagian pemuda-pemuda kita, yang lebih terkenal dengan sebutan kenakalan remaja. Dalam surat kabar-surat kabar sering kali kita membaca berita tentang perkelahian pelajar, penyebaran narkotika, pemakaian obat bius, minuman keras, penjambret yang dilakukan oleh anak-anak yang berusia belasan tahun, meningkatnya kasus-kasus kehamilan di kalangan remaja putri dan lain sebagainya. Namun yang paling mencolok saat ini adalah kasus pembegalan yang tidak lain pelakunya adalah para remaja.
Hal tersebut adalah suatu masalah yang dihadapi masyarakat yang kini semakin marak, Oleh karena itu masalah kenakalan remaja seyogyanya mendapatkan perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif, yang titik beratnya untuk terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kenakalan di kalangan remaja.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah yang akan diteliti, diantaranya :
1.      Apa itu kenakalan remaja?
2.      Apa penyebab kenakalan remaja?
3.      Apa dampak yang ditimbulkan dari masalah social ini?
4.      Bagaimana solusi untuk mengatasi masalah ini?
1.3  Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :
1.      untuk mengetahui lebih jelas apa itu kenakalan remaja
2.      untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab permasalahan social ini mengenai kenakalan remaja
3.      untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari permaasalahan social ini
4.      untuk mengetahui tindakan apa yang harus kita ambil untuk mengurangi masalah ini



PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sedangkan faktor eksternal berupa kurangnya perhatian dari orang tua; minimnya pemahaman tentang keagamaan; pengaruh dari lingkungan sekitar dan pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebaya; dan tempat pendidikan. Untuk menanggulanginya Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya merupakan hal-hal yang bisa dilakukan juga mampu mengatasi kenakalan remaja. Adapun solusi dalam menghadapi kenakalan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
-          Tindakan preventif, yaitu tindakan untuk mengantisipasi terjadinya kenakalan remaja
-          Tindakan represif, yaitu memberikan sanksi tegas kepada pelaku kenakalan remaja
-          Tindakan kuratif dan rehabilitasi, yaitu mengubah tingkah laku pelanggar remaja itu dengan memberikan pendidikan lagi.
3.2  Saran
            Masalah social adalah salah satu masalah yang tidak dapat dihindarkan, karena hal ini menyangkut kehidupan khalayak banyak. Masalah ini bukan saja menjadi tanggung jawab setiap individu, karena semakin berkembangnya zaman, perubahan pun akan semakin terlihat. Perlu adanya pengawasan melalui campur tangan orang tua, masyarakat, sekolah, kepolisian maupun pemerintah selain itu sidak rutin juga sangat bermanfaat untuk mengontrol tindakan para remaja. Ini demi kemajuan bersama, perbaikan harus terus dilakukan dan kesadaran setiap masyarakat pun perlu ditingkatkan.

Senin, 20 April 2015

Contoh paragraf Ekspositoris, yang berobjekkan Waroeng Spesial Sambal (WSS)

Contoh Paragraf yang bersifat Ekspositoris
Bisnis Makanan Sambal ala Waroeng SS
Description: http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/62301/big/bisnis-sambel-130507b.jpg

Ada istilah yang mengatakan bahwa tidak lengkap bila makan tanpa adanya sambal. Istilah ini rupanya memunculkan ide untuk menjadikan sambal sebagai menu andalan yang disajikan oleh Waroeng Spesial Sambal atau lebih dikenal dengan Waroeng SS.

Sebuah rumah makan berkonsep budaya Jawa yang kental dengan ornamen kayu bercorak batik pada bagian meja dan didominasi oleh warna coklat serta merah ini terletak di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

Di sini para pengunjung disajikan berbagai macam jenis sambal dengan nama yang unik. Sebut saja sambal bawang lombok ijo dengan nama 'usil' (sebutan di Waroeng SS) sambal hantu kiper. Atau sambal belut yang disebut dengan sambal smack down.

Rupanya dengan penamaan ini, pengelola rumah makan ini ingin memberikan sebuah identitas yang akan diingat oleh para pelanggannya.

"Kita buat istilah-istilah unik itu untuk menarik pelanggan sekaligus ada unsur indikator tingkat kepedasan pada masing-masing sambal," ujar Gunawan Abdullah, pimpinan Waroeng SS cabang Depok saat ditemui tim Liputan6.com, Selasa (7/5/2013).

Selain kedua sambal tersebut, ada juga jenis sambal lain, seperti sambal terong, sambal udang, sambal jamur, sambal gobal gabul, sambal tempe dan lain-lain.
Untuk pilihan menu lauknya, disini disediakan ayam goreng, daging goreng, nila goreng, gurame goreng, tempe goreng dan masih banyak lagi pilihan menu lainnya. Serta beragam pilihan minuman mulai dari berbagai macam jus disajikan dingin hingga minuman panas seperti kopi dan teh.

Menurut Gunawan, rumah makan yang kini telah menjadi franchise ini sebenarnya telah ada sejak tahun 2008, namun pada tahun 2010 dipindahkan ke tempat yang lebih luas mengingat semakin banyak pelanggan yang datang untuk mencicipi pedasnya sambal disini.

"Kalau pertama kali berdiri, itu di Yogyakarta, dekat kampus UGM pada tahun 2002, dan cabang ini merupakan cabang ke 48," tambahnya.

Hingga saat ini saja, lanjut Gunawan, sudah ada sekitar 65 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia seperti di Yogyakarta, Solo, Sragen, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Salatiga, Magelang, Semarang, Temanggung, Purwokerto, Pekalongan, Madiun, Surabaya, Kediri, Malang, Bali, Cirebon, Tangerang, dan Depok.

Dengan harga menu yang relatif murah, yaitu berkisar antara Rp 1.500 - Rp 6.000 untuk sambal, Rp 3.500 - Rp 30.000 untuk lauk, dan Rp 1.500 - Rp 9.000 untuk minumannya, maka rumah makan ini selalu dipenuhi pelanggan, mulai dari para pekerja kantoran hingga mahasiswa, terutama saat jam makan siang.

"Kami memang sengaja memilih kawasan Depok karena letaknya yang strategis akan perkantoran juga kampus, sehingga menjadi pasar yang menjanjikan bagi untuk usaha rumah makan seperti ini," jelasnya.

Setiap harinya, lebih dari 700 pelanggan datang ke warung ini, bahkan ketika akhir pekan bisa mencapai lebih dari 1.000 pelanggan. Namun ketika ditanya tentang omset yang didapatkan, Gunawan enggan menyebutkan secara rinci.

Nah bagi Anda pecinta sambal, tak ada salahnya untuk mencoba pedasnya sambal di rumah makan ini yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 22.00 WIB.


Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/580594/bisnis-makanan-sambal-ala-waroeng-ss


contoh paragraf argumentatif, yang berobjekkan Waoeng Spescial Sambal (WSS)

Contoh Paragraf bersifat Argumentatif (Pendapat yang disertai alasan/bukti)
WSS, Pilihan Tepat Bagi Pecinta Pedas
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyA7Stj5ChyphenhyphenXxdctw3BP5ywo2ahaau3NkJixupxiTSVLzyswQT6lRRWhrzz73PbypMV76gnb44XIvXEXmpHHgDaXAId3TcQe8YkETfHHlyfb1GAMpjAYXbEdudJmvuryQVhpJAhNiBRkQZ/s320/SS.jpg
Waroeng Special Sambal atau yang lebih dikenal dengan sebutan SS ini merupakan salah satu tempat yang cocok untuk memanjakan lidah anda para pecinta pedas. Sesuai dengan namanya, warung ini lebih memprioritaskan menu sambal sebagai menu andalannya. Berbagai jenis sambal ditawarkan disini dengan tingkat kepedasan yang berbeda-beda. Selain itu, menu yang ditawarkan Waroeng SS memiliki cita rasa makanan khas Sunda. Cocok buat kamu yang menyukai makanan-makanan asli Indonesia seperti lele goreng, babat goreng, lalapan sampai cah kangkung.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_NZdpuZnAa3vmhrHJqK1VESSdUL7TzU-uRUw0qaBECEOMep0n7MQzu67wPT9nJDy_cMIWIOUrr2v6qfeIhtjNPOIU-j4xeHzTFQdXxd0n5T1wwyhsKBjva3Q-myAhE2RARPsZaDJPDAGn/s1600/SS3.png
 Selain daftar menu yang menggugah selera, Waroeng SS juga terkenal dengan tatanan bangunan yang bisa dibilang lain daripada yang lain. Tempat ini dirasa sangat mampu memuaskan para pencinta kuliner khususnya para pecinta pedas. Bukan hanya itu,Warung SS ini juga mencoba menciptakan suasana yang menarik, dengan desain interior berkonsep tradisional. Waroeng SS didesain sedemikian rupa sehingga memberikan kenyamanan dan kerinduan para pelanggan dengan suasana pedesaan. Tidak hanya itu, bahkan meja makan, kursi, sampai piring dan peralatan makan lainnya didesain sedemikian rupa sehingga kita dibuat semakin rindu dengan suasana pedesaan.Konsep yang dipilih ini merupakan salah satu strategi yang dirasa sangat mampu menarik perhatian siapun yang melihatnya. Dengan konsep yang lebih santai dan dipandang cocok untuk semua kalangan ini benar-benar dapat merebut pasar.
Untuk rasa makanan sendiri, saya berani memberikan 2 jempol saya untuk cita rasa makanan yang disediakan di Waroeng SS ini. Hal ini didukung juga dengan harga makanan yang relatif murah, kisaran 1.500 rupiah hingga 20.000 rupiah. Waroeng SS ini terletak di Jalan Raya Margonda No. 518H dan Jalan Margonda samping Hotel Bumi Wiyata, Depok.
Warung SS ini telah berdiri sejak beberapa tahun silam, dan telah memiliki cabang di beberapa kota salah satunya kota Depok. WSS yang berada di kota Depok ini memiliki 2 cabang, yang bertepat di jalan Margonda depok. Memang sangat mudah menuju tempat ini. Namun menurut saya, apabila kita perhatikan WSS yang berada tepat disebelah Hotel Bumiwiyata ini memiliki lahan yang tidak terlalu luas sehingga terkadang banyak kendaraan yang diparkir dibahu jalan. Hal ini sangat merugikan pengguna jalan, karena ruas jalan yang tersedia terbatas dan sangat memungkinkan akan menyebabkan kemacetan. Sedangkan cabang ke duanya di depok, yang terletak tidak jauh dari cabang pertama ini memiliki lahan yang lebih luas. Arena parkirpun cukup memadai sehingga dapat mengalihkan pelanggan yang membawa kendaraan seperti mobil pergi ke cabang ini. Kemacetanpun akan sedikit berkurang.

Jumat, 27 Maret 2015

fakta sebagai unsur dalam penalaran ilmiah

FAKTA SEBAGAI UNSUR DALAM PENALARAN ILMIAH

Pengertian Dan Metode Penalaran Menurut Para Ahli - Sesuai dengan kodratnya, manusia dibekali dengan hasrat ingin tahu. Hasrat ingin tahu dalam diri manusia akan selalu memunculkan berbagai macam pertanyaan. Sebagai akibatnya, manusia juga selalu berusaha mencari jawaban terhadap pertanyaan yang muncul tadi. Hasrat ingin tahu tersebut akan terpenuhi apabila manusia memperoleh pengetahuan baru atau mampu memecahkan masalah sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sendiri.
Biasanya manusia selalu berpikir jika berhadapan dengan banyak permasalahan. Akan tetapi, tidak semua masalah membuat kita terdorong untuk memikirkannya secara sungguh-sungguh. Kegiatan berpikir tentang sesuatu secara sunguh-sungguh dan logis inilah yang disebut Penalaran.

Ciri-ciri Penalaran
Berikut ini merupakan ciri-ciri penalaran:
  • Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika (penalaran merupakan suatu proses berpikir logis).
  • Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.
Secara detail penalaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • Logis, suatu penalaran harus memenuhi unsur logis, artinya pemikiran yang ditimbang secara objektif dan didasarkan pada data yang sahih.
  • Analitis, berarti bahwa kegiatan penalaran tidak terlepas dari daya imajinatif seseorang dalam merangkai, menyusun atau menghubungkan petunjuk-petunjuk akal pikirannya ke dalam suatu pola tertentu.
  • Rasional, artinya adalah apa yang sedang di nalar merupakan suatu fakta atau kenyataan yang memang dapat dipikirkan secara mendalam.
Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
  • Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
  • Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.


Tahap-tahap Penalaran

Menurut John Dewey, proses penalaran manusia dilakukan melalui beberapa tahap berikut:
  1. Timbul rasa sulit, baik dalam bentuk adaptasi terhadap alat, sulit mengenal sifat, ataupun dalam menerangkan hal-hal yang muncul secara tiba-tiba.
  2. Kemudian rasa sulit tersebut diberi definisi dalam bentuk permasalahan.
  3. Timbul suatu kemungkinan pemecahan yang berupa reka-reka, hipotesis, inferensi atau teori.
  4. Ide-ide pemecahan diuraikan secara rasional melalui pembentukan implikasi dengan cara mengumpulkan bukti-bukti (data).
  5. Menguatkan pembuktian tentang ide-ide tersebut dan menyimpulkan melalui keterangan-keterangan ataupun percobaan-percobaan.
Metode-metode Penalaran
  • Deduktif
Metode berpikir deduktif adalah suatu metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus. Hal ini adalah suatu sistem penyusunan fakta yang telah diketahui sebelumnya guna mencapai suatu kesimpulan yang logis. Dalam penalaran deduktif, dilakukan melalui serangkaian pernyataan yang disebut silogisme dan terdiri atas beberapa unsur yaitu:
1. Dasar pemikiran utama (premis mayor)
2. Dasar pemikiran kedua (premis minor)
3. Kesimpulan
Contoh:
Premis mayor : Semua siswa SMA kelas X wajib mengikuti pelajaran Sosiologi.
Premis minor  : Bob adalah siswa kelas X SMA
Kesimpulan    : Bob wajib mengikuti jam pelajaran Sosiologi
  • Induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal yang bersifat khusus untuk menentukan kesimpulan yang bersifat umum. Dalam penalaran induktif ini, kesimpulan ditarik dari sekumpulan fakta peristiwa atau pernyataan yang bersifat umum.
Contoh:
Bukti 1 : logam 1 apabila dipanaskan akan memuai
Bukti 2 : logam 2 apabila dipanaskan akan memuai
Bukti 3 : logam 3 apabila dipanaskan akan memuai
Kesimpulan: Semua logam apabila dipanaskan akan memuai.
  • Pendekatan Ilmiah (Gabungan antara Deduktif dan Induktif)
Metode berpikir pendekatan ilmiah adalah penalaran yang menggabungkan cara berpikir deduktif dengan cara berpikir induktif. Dalam pendekatan ilmiah, penalaran disertai dengan suatu hipotesis.
Misalkan seorang siswa yang apabila sebelum berangkat sekolah telah sarapan terlebih dahulu dalam porsi yang banyak, dia tidak akan kelaparan hingga jam pelajaran berakhir. Secara deduktif, akan disimpulkan bahwa setiap anak yang makan banyak tidak akan cepat lapar. Untuk menjawab kasus seperti ini, kita ajukan pertanyaan mengapa seorang siswa cepat lapar? Untuk itu, kita ajukan hipotesis bahwa siswa akan cepat lapar jika makanan yang dimakan kurang memenuhi standar gizi dan energi yang dihasilkan oleh makanan tersebut sedikit. Kemudian secara induktif  kita uji untuk mengetahui apakah hasil pengujian mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang diajukan tersebut.

Pengertian Fakta
Fakta (bahasa Latin: factus) ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan. Catatan atas pengumpulan fakta disebut data.
Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya.
Dalam istilah keilmuan fakta adalah suatu hasil pengamatan yang objektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun.
Di luar lingkup keilmuan fakta sering pula dihubungkan dengan:
  • Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas
    • Galat biasa terjadi pada proses interpretasi makna dari suatu pengamatan.
    • Kekuasaan kadang digunakan untuk memaksakan interpretasi politis yang benar dari suatu pengamatan.
  • Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang; satu pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu fakta. Hasil pengamatan yang berulang biasanya dibutuhkan dengan menggunakan prosedur atau definisi cara kerja suatu fenomena.
  • Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari dibuat
  • Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan interpretasi lanjutan
  • Informasi mengenai subjek tertentu
  • Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau makna
Fakta Ilmiah
Fakta ilmiah sering dipahami sebagai suatu entitas yang ada dalam suatu struktur sosial kepercayaan, akreditasi, institusi, dan praktik individual yang kompleks.
Dalam filsafat ilmu, sering dipertanyakan (yang paling terkenal adalah oleh Thomas Kuhn) bahwa fakta ilmiah sedikit banyak selalu dipengaruhi oleh teori (theory-laden), contohnya adalah, untuk mengetahui apa yang harus diukur dan bagaimana cara pengukurannya memerlukan beberapa asumsi mengenai fakta itu sendiri.
Kesimpulan
Dalam penjelasan diatas dapat dilihat dengan jelas mengapa fakta merupakan unsur dalam penalaran ilmiah. Penalaran ilmiah membutuhkan sebuah pemikiran yang logis agar tidak terjadi penyimpangan pemikiran. Pemikiran yang logis dapat tercipta bila melihat fakta-fakta yang ada. Dalam penalaran ilmiah, fakta ilmiah merupakan unsur yang paling tepat digunakan, karena fakta ilmiah berasal dari asumsi-asumsi maupun teori-teori yang ada.

Daftar pustaka :